Secara umum pendidikan bertujuan untuk kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat. Dalam kehidupan dunia, pendidikan hendaknya mencakup seluruh aspek kehidupan. Mulai dari mulai dari yang teoritis sampai kepada yang praktis, sehingga menjadi sarana kebaikan didalam tata kehidupan sosial. Buku ini mencoba menyajikan beragam aspek tersebut. Walaupun tidak lengkap, tetapi penulis mencoba menyajikan keragaman aspek pendidikan tersebut. Dengan harapan, keragaman ini menjadi wawasan bagi kita semua yang selanjutnya semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikannya pula sebagai sarana peningkatan kualitas kehidupan bagi kita semua, khususnya dalam pendidikan nasional kita.
Pada bab pertama buku ini menyajikan tentang ilmu pengetahuan, pengertian ilmu pengetahuan, perbedaan ilmu dan pengetahuan, sumber ilmu pengetahuan, dan alat untuk mendapatkan pengetahuan.
Bab kedua berkaitan dengan analisa dan perbandingan kompetensi pendidikan anggota legislatif dan guru, yang secara idealnya, seharusnya anggota legislatif yang mengayomi masyrakat, sudah selayaknya memberikan contoh tentang kualifikasi pendidikannya.
Bab keempat menjelaskan tentang evaluasi kurikulum, yang sebenarnya kurikulum itu di evalauasi bukan hanya ketika telah di laksanakan pada kelas-kelas di seluruh sekolah/ madrasah, akan tetapi sebenarnya evaluasi kurikulum sudah di mulai sejak perencanaan hingga sampai implementasi di sekolah/ madrasah.
Bab kelima menjelaskan tentang aspek- aspek psikologis pembelajar bahasa asing, karena memang keberhasilan siswa dalam belajar, khususnya bahasa asing adalah kejelian dan pemerolehan informasi yang lengkap tentang kondisi psikologis siswa.
Bab keenam dari buku ini menjelaskan tentang kurikulum dan model- model pembelajaran. Penetapan suatu kurikulum, sangat mempengaruhi pemilihan dalam model- model pembelajaran yang di terapkan di sekolah/ madrasah.
Bab ketujuh dari buku ini menjelaskan tentang pedekatan acuan norma (PAN). Dalam pendidikan, selain pendekatan acuan patokan (PAP) juga di perlukan pendekatan acuan norma, sehingga minimal di ketahui kemampuan siswa didalam kelompoknya, dan kedua pendekatan ini yakni PAN dan PAP bisa digabungkan untuk memperoleh hasil evaluasi yang komprehensif.
Bab kedelapan dari buku ini menjelaskan tentang penggunaan evaluasi non tes. Evaluasi yang berbentuk tes, biasaya hanya menjangkau kemampuan kognitif saja, maka untuk mengevaluasi selain kognitif, di perlukan evaluasi non tes, walaupun juga sebenarnya evaluasi non tes dapat di pergunakan untuk mengukur kemampuan kognitif.
Bab kesembilan dari buku ini menjelaskan tentang manajemen dan kontrol di kelas. Persoalan manjamen dan kontrol di kelas merupakan hal sangat penting. Walaupun seorang guru itu pintar, tetapi ketika dalam mengajar kelasnya tidak terkelola dan terkontrol dengan baik, maka para siswa tidak akan bisa menyerap dengan baik ilmu yang di sampaikan, bahkan usaha guru tersebut bisa jadi hanya sia- sia belaka, atau bisa di istilahkan guru hanya “bertepuk sebelah tangan”.
Bab kesepuluh dari buku ini menjelaskan tentang nilai- nilai positif sistem asrama. Salah satu fungsi pendidikan adalah menanamkan nilai- nilai kebaikan untuk membentuk karakter siswa, disinilah sistem asrama tampil sebagai solusi, hal ini karena di asrama bisa dimaksimalkan program dan pengontrolan dalam menanamkan dan pembiasaan nilai-nilai positif.
Bab kesepuluh dari buku ini menjelaskan tentang pengawasan dan standar pendidikan menengah di nigeria, yang bisa menjadi materi perbandingan pendidikan bagi kita, sehingga bisa melihat kelebihan dan kekurangannya, dan selanjutnya bisa kita gunakan untuk perbaikan kondisi pendidikan kita di Indonesia.


